ordinary daily heroes.

Untuk suara bising di pinggir jalan, ada tukang parkir yang berkeringat.

Untuk panas aspal jalan raya, ada pedagang berakrobat dengan timbunan dagangannya di atas motor.

Untuk gedung-gedung bertingkat di tengah kota, ada penjaga pintu yang mengecek mobil-mobil Anda.

Berawal dari melihat tukang parkir di pinggir jalan raya Blok M yang dibayar Rp 2.000 setelah membantu menghentikan arus kendaraan agar mobil kita bisa lewat. Saya berpikir apakah resiko terberat dari pekerjaan seorang tukang parkir? Apakah saat dimarahi karena mobil yang dijaganya terbaret tanpa sebab? Apakah saat di tuntut karena kehilangan mobil yang dijaganya? Atau ada yang lain? Saat berpikir itu, jawabannya datang melalui sebuah mobil mewah yang melaju kencang persis di belakang si tukang parkir yang sedang memandu sebuah mobil untuk keluar. TIPIS dari tubuh tipis si tukang parkir.

Walau bagi saya banyak tukang parkir yang kurang ajar di Jakarta, mungkin setelah ini saya mencoba untuk lebih menghargai mereka dan menyadari kemungkinan resiko dalam pekerjaan tukang parkir.

***

Minggu, sekitar pukul 1 dini hari saat melintas di jalan raya pasar Minggu. Saya melihat seorang bapak pedagang yang duduk di atas tumpukan dagangannya, sambil memegang dagangan yang besarnya 2 kali tubuh si bapak. Hebatnya lagi saat itu ia berada di atas motor yang sedang melaju kencang. Suasana gelap di jalan saat itu, membuat saya mencoba memperhatikan lebih seksama si bapak yang dibonceng di atas dagangannya itu. Memastikan apakah dia menggunakan semacam tali ikat yang menjamin keselamatannya. Tapi tidak ada benda apapun yang berbentuk seperti tali atau sabuk untuk menjaga keamanan si bapak. Dengan posisi duduk yang berada di pinggir tumpukan dagangannya, yang menjaganya tak terjatuh hanyalah tangannya yang menggenggam ikat dagangannya.

Seperti banyak pedagang yang membawa tumpukan dagangannya dengan motor lainnya di Jakarta, bapak tersebut adalah bagian dari segelintir orang di jakarta yang mencoba mencari kehidupan yang bagi mereka terkadang harus menempuh ‘sedikit’ resiko. Mungkin setelah ini saya tidak akan terlalu menawar  dagangan mereka, mengingat cara mereka mengantarkannya ke hadapan saya mungkin saja ditempuh dengan perjuangan.

***

Pernah merasakan diperiksa oleh satpam saat akan memasuki sebuah mall atau gedung besar? Pernah disuruh membuka bagasi dan pintu mobil saat akan memasuki parkiran kompleks mal atau gedung? Apakah kamu bilang terima kasih kepada para bapak-bapak dan mas satpam itu?

Memeriksa apakah ada senjata atau Bom yang mengancam keselamatan kita saat berada di ruang publik seperti mal atau gedung tempat kita bekerja. Setiap hari, orang per orang, mobil per mobil, memeriksa setiap tas atau koper itulah tugas para penjaga keamanan gedung ini. Sayangnya mungkin tak banyak orang yang memahami bahwa saat kita diperiksa di depan pintu mal itu, sesungguhnya yang berhadapan dengan kita adalah seseorang yang sedang mempertaruhkan nyawa demi kenyamanan kita. Coba lihat lagi berbagai kasus bom yang pernah mengguncang ibu kota, nama seseorang yang berprofesi sebagai satpam atau penjaga keamanan dapat dipastikan hampir selalu ada di barisan korban.

Jika ada diantara kita yang berkata “Ya itu resiko pekerjaan mereka sebagai petugas keamanan.” Ya saya berpendapat sama. Tapi karena memahami resiko yang mereka tanggung demi keamanan saya dan keluarga saya, saya berpikir mungkin lain kali kitalah yang harus mengucap terima kasih kepada mereka seusai body check atau car check, dan bukannya mereka.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: